Follow the Foot Print with Faith

Ternyata Tuhanlah Yang Lebih Mencintaiku dgn Semua Kekuranganku Ini

Saat seseorang wanita harus diingatkan kembali akan “kekotoran” dirinya..

Saat seorang wanita harus mengerti akan “kekurangan” dirinya

Saat seorang wanita harus menerima “kepahitan” nasib yang tidak diinginkannya ini

Saat seorang wanita dibandingkan akan “kesempurnaan” tubuhnya

Saat seorang wanita harus menyadari “hinanya” hatinya sekarang

Siapakah yang akan disalahkan dari awal mula keadaan ini ??? Tidak ingatkah kamu??

Kembali dia akan dihujat akan setiap kata yang dikeluarkan dari mulutnya

Meskipun benar apa yang dia ucapkan akan perasaannya saat itu

Dan sekali lagi dia tersudutkan dengan sebuah kalimat

“Sesuci dan sebersih seperti apakah dirimu, sampai kamu berani menghakimi dan menghujatku?”

Hatinya sangat terluka akan kalimat yang menusuk tajam itu…dan terdiamlah mulutnya

Hanya air mata yang bisa mengatakan seberapa luka itu menusuknya saat itu

Dan kembali seperti apapun yang dia lakukan akan selalu dianggap KOTOR

Tidakkah kau melihat kelembutan hati seorang wanita selama bertahun-tahun dilewati?

Tidak adakah kau temui selembar saja kelembutan di hatinya?

Sampai setega itu kalimat itu keluar dari mulutmu ??

Kemana kamu menangis saat itu?? Dimana penatmu kamu keluarkan saat itu ??

Siapa yang mengusap dahimu saat kamu terlelah dari hidupmu??

Hanya kesesakan dan tangis yang tersisa dari hidup seorang wanita ini..

Dan mungkin sebentar lagi padam nyalanya…dan tidak ada lagi dirinya

Dan dalam hatinya  dia mulai menyadari, siapakah yang lebih mengerti dirinya

Siapakah yang selama ini mencintai dirinya sekotor apapun dirinya

Ternyata Tuhanlah yang lebih MENCINTAIKU dengan semua Kekotoran dan Kekuranganku

Karena dialah menciptakan aku menjadi seperti ini..Akulah karyaNYA

Akulah paling cantik di hatiNYA, sekotor apapun aku…DIUSAP-NYA dengan sabar tanpa mengeluh

Dan aku MENCINTAI-NYA

 

 

One response

  1. NANDO

    Tuhan akan selalu mengangkatmu dikala jatuh, sekotor dan berdosanya kita hanya DIA lah yang bisa benar-benar memaafkan kita…bukan hanya Maaf di mulut saja.GBU…salam kenal🙂

    Maret 4, 2011 pukul 12:18 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s