Follow the Foot Print with Faith

..:Tangan Ini Menari Dengan Komik Kehidupanku:..


Gak ngerti kenapa hari ini lagi sensitif banget perasaan ini dan melo😦
Tiba-tiba pikiran ini memaksaku untuk berhenti dan memutar balik ingatanku sekitar 10th yang lalu
Dan tiba-tiba dada ini rasanya seperti tertusuk sesak dan nafas jadi tak beraturan,
Tanpa aku sadari air mata ini menetes dan dada ini masih sakiiiit banget rasanya..
Semakin mengingat semakin dada ini sakit dan semakin banyak air mata ini jatuh di pipi..
Semua yang melintas di pikiranku bukan hal yang buruk tapi justru semua hal termanis yang pernah aku rasakan
Banyak kenangan yang pernah singgah dan banyak hal yang membuatku menjadi seperti sekarang ini
Kepingiiin banget aku mengulang dan merasakan lagi bagaimana rasanya menjadi aku yang dulu
Dulu aku adalah seorang gadis pemimpi dengan impian-impianku yang selalu bertambah setiap harinya
Setiap detik aku habiskan dengan hayalan-hayalanku akan sebuah kebahagian hidup
Bagaimana aku merasa selalu menjadi gadis tercantik di hati seseorang saat itu
Setiap detik tangan ini tidak pernah berhenti untuk menggambar komik kehidupan yang aku rancang sendiri
Dan ada seseorang yang sangat mengerti bagaimana tangan ini tidak pernah bisa diem🙂
Bagaimana perut ini sangat sensitif dan berbanding terbalik dengan rakusnya mulut ini🙂
Bagaimana mulut ini selalu ingin didengarkan akan setiap keluh kesah hidupku🙂
Dia Ada dan Dia Mengerti…
Seperti seorang kakak dengan adiknya, seperti seorang saudara, dan seperti seorang kekasih
Begitulah kebahagian itu pernah ada…semuanya mengalir begitu saja dan tidak pernah direncanakan
Dan berakhir juga diluar kuasa ku dan dirinya
Aku sendiri yang menggambar dan merancang komik kehidupanku
Dan aku sendiri tidak mengetahui kemana tangan ini menggambar ending cerita dari komik kehidupanku
Sampai akhirnya aku sendirian sekarang berdiri disini….dan hanya air mata yang ada di halaman terakhir itu
Tanpa gambar tanpa coretan tanpa tepian dan tanpa tinta..
Yang aku lihat hanya airmata merusak kertas gambar di komikku sendiri
Dan karena air mataku sendiri…
Dan kertas itu sudah semakin rapuh dan sobek..
Entah bagaimana aku harus mengembalikan kertas itu lagi mejadi semula
Sehingga aku bisa melukiskan bersinarnya kedua mataku karena kebahagian bukan karena air mata
Dan yang aku lakukan sekarang hanya putus asa

3 responses

  1. as if!

    Februari 21, 2011 pukul 3:00 am

  2. komik itu sudah rusak bagaimana akan kembali seperti semula?

    alangkah lebih baik jika kita mulai membuka lembaran kosong dan mengiringi tarian tinta dengan buah karya yang paling mempesona.
    bukankah itu akan mengganti komik yang rusak?

    Februari 24, 2011 pukul 6:04 am

    • makasih udah mampir..:)
      makasih masukannya….mungkin nantinya memang harus memulai dgn lembaran baru lagi…cuma masih butuh proses aja..hehehe

      Februari 24, 2011 pukul 12:11 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s