Follow the Foot Print with Faith

Ternyata Mata Yang Masih Bisa Bertahan

Tidak mampu menemukan sepatah kata apapun.

Mulut dan hati kembali terkunci dan tak terdengar suara yang merdu.

Seakan tuli telinga ini sudah tak mampu membedakan alunan mesra.

Lidah kembali terpasung tak mampu menelanjangi rasa yang ada.

Tangan dan kaki pun terikat oleh aturan-aturan yang memuakkan.

Ingin sedikit merasakan nikmatnya setetes rasa yg menyejukkan hati.

Ternyata mata yang masih bisa bertahan sampai sekarang.

Mata yang selalu aku lukis seolah mata ini mata bahagia dgn goresan make up.

Matalah yang paling kuat dalam diriku masih bisa melihat walau keruh.

Air mata selalu hadir membasahi mulut dan hati yang terkunci.

Air mata adalah rasa yang paling jujur dari kelamnya sebuah hati.

Mata ini akan selalu menjadi lukisan hidupku….air mata ini kejujuran hatiku…

5 responses

  1. Yang menjadi alasan untuk menutup mata
    menjadi jawaban atas semua tanya
    maka jadikanlah hati dan fikiran
    sejalan seperti yang kau harapkan, tuntunlah
    maka mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia

    September 26, 2010 pukul 5:54 pm

    • mata, hati, dan telinga…:) maliq n d’essential

      September 26, 2010 pukul 6:05 pm

  2. sediiiiihhhhh…..!!!
    kayaknya curahan hati se orang Aphilla nich..hehehe…
    tentukan pilihanmu dari sekarang.
    (take me out indonesia..hohoho..)
    😉

    Oktober 2, 2010 pukul 4:13 am

  3. adam

    mata berkaca sma dgn mata berbola air

    Maret 27, 2011 pukul 8:59 am

  4. cacing saja

    copy paste di FB ahhhh…thks ea..

    Agustus 21, 2011 pukul 4:33 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s