Follow the Foot Print with Faith

BEHIND THE SCENE OUR BELOVED FATHER

Di dalam sebuah keluarga, seorang Ayah / Bapak dan Ibu / Mama memiliki peranan yang sangat luar biasa bagi perkembangan sang anak. Bagaimana sifat, sikap, pola pikir dan keimanan sang anak di lingkungannya merupakan hasil BEHIND THE SCENE -nya sebuah KELUARGA .

Seorang anak akan merasa lebih dekat dengan Mama nya dibandingkan dengan Ayah-nya. Karena seorang Ayah / Bapak terlihat lebih PASIF dibandingkan seorang Mama yang lebih AKTIF ngasih nasihat, omelan-omelan mama, dan Hororrrrrr-nya Mama saat marah hxixiiiixiiiii….(piss Mom). Tahukah kamu dibalik PASIF-nya Ayah / Bapak kita  ternyata ada BEHIND THE SCENE-nya Our Beloved FATHER..read this !!!

  • Biasanya, seorang anak yang sekolah atau bekerja di luar kota (beda kota) dengan orang tuanya, atau seorang anak yang sudah menikah dan tidak satu kota lagi dengan orang tuanya, akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Karena mama-lah yang sering menelfon kamu ” Gimana kabarmu nak, sehat khan?”

Tahukah kamu sebenarnya : ” Ayah / Bapak kamulah yang selalu mengingatkan Mama kamu untuk menanyakan kabarmu?”

  • Pada saat kita masih kecil kita dibelikan sepeda dan kita pengeeeennn banget cepet bisa naik sepeda. Disitu seorang Ayah /Bapak kita mengajarkan kita mengayuh sepeda, dan saat dirasa bisa Ayah / Bapak kita melepas roda bantu di sepeda kita….dan melepaskan kita untuk mengayuh sepeda sendiri tanpa bantuannya.

Saat itu juga Mama pasti bilang ” Jangan dilepas sendiri dulu Pak kasian nanti anak manis Mama jatuh “dan kamu merasa bahwa Mama-lah yang PEDULI dengan kamu.

Tahukah kamu sebenarnya : ” Ayah / Bapak-mu melepaskan kamu karena Dia YAKIN anak kecilnya yang manis ini PASTI BISA mengayuh, melangkah kedepan sendiri dan Beliau hanya akan tersenyum bangga di belakangmu.”

  • Ketika kamu beranjak dewasa, kamu merengek-rengek minta ijin untuk keluar malam bersama teman-temanmu. Ayah /Bapak dengan tegas mengatakan TIDAK BOLEH , dan kamu marah. Mama mendekatimu dan menasihatimu dengan bahasanya yang LEMBUT, dan kamu nyaman dengan Mama.

Tahukah kamu sebenarnya : “Ayah / Bapak benar-benar hanya ingin menjaga & mengkhawatirkanmu?”

  • Saat kamu diajak keluar dengan pacarmu, dan saat itulah seorang orang tua harus merelakan dan menyadari bahwa “ anakku sudah dewasa sekarang”. Dan kamu pulang sangat larut hanya demi kesenanganmu, saat Ayah / Bapak marah kamu pun merasa tidak terima karena terlalu diaturlah…dikekanglah..

Tahukah kamu sebenarnya : “Ayah / Bapak merasa sedikit cemburu dengan lelaki yang saat ini menjadi pacarmu, selalu kamu temani lebih daripada Ayah / Bapak, lebih sering kamu telp, kamu perhatikan daripada Ayah / Bapak…..Sadarlah sebenarnya Beliau sangat menyayangimu dan selalu mendoakanmu, menunggumu di rumah sampai kamu pulang, Dia memastikan anaknya baik-baik saja” tapi kamu pulang langsung masuk kamar.

  • Dan saatnya tiba, anak gadis Ayah harus pergi meninggalkan dan Beliau harus merelakan karena memang “sudah saatnya” anak gadisku yang manis ini menikah dan ikut suaminya….hmmmm…

Tahukah kamu bahwa : “ Ayah / Bapak kita akan sangat berhati-hati memberikan ijin ke lelaki yang akan menikahi kita nanti.., karena ayah sadar bahwa lelaki itu nanti akan menggantikan posisinya untuk menjagamu nantinya”

Dan akhirnya ….

Saat Ayah kita melihat kita duduk di Panggung Pelaminan bersama seorang lelaki pilihan kita, Beliau hanya bias tersenyum bangga.

Tanpa kamu tahu Ayah / Bapak kamu pergi ke belakang sebentar untuk mengisimu dan berdoa untuk kebahagianmu ???

Dalam doa lirihnya kepada Tuhan

Ya Allah Bapa tugasku sudah selesai dengan baik…, kini putri kecilku yang lucu dan manja sudah menjadi seorang wanita yang tegar, kuat dan cantik .“ dan “ Bahagiakanlah putriku bersama suaminya “

Setelah itu Ayah / Bapak hanya bisa menunggumu untuk sesekali kamu menjenguknya bersama anak-anakmu nanti. Dengan rambutnya yang sudah beruban, badan dan tangannya yang sudah tidak sekuat dulu untuk selalu menjagamu…..

Teruntuk Ayah, Bapak, Papa atau Abah kita…

Terima kasih untuk cinta dan kasih sayangmu untuk kami putra putrimu..

Maaf untuk semua kata2 dan sikap yang terkadang menyakitimu dan bahkan melupakan keberadaanmu…Pada intinya We love u my Beloved Father n’ Mother

3 responses

  1. Widi Nugroho

    Sari, hebat bener nih .. aku gak sangka Sari punya blog yang cakep seperti ini … Pilihan background warnanya bagus, sesuai dengan seleramu ya … Tulisan2nya juga mantap .. terus semangat ya .. Salam dari keluarga di Minas

    Agustus 27, 2010 pukul 12:43 pm

    • hehehe…wah2 udah sampe Pekanbaru nech blog-nya..sering-sering mampir yach Om Widi, ditunggu yach update selanjutnya (^o^)v.
      Kira2 mau artikel apa nech?

      Agustus 27, 2010 pukul 3:36 pm

      • Widi Nugroho

        Menurutku selain artikel2 topik lainnya yang pasti juga menarik (Sari bisa cari sendiri ya, artikel macam apa itu .. :)), artikel2 semacam Behind the Scene Our Beloved Father ini juga sangat menarik untuk dibaca dan direnungkan oleh siapapun. Artikel ini mengungkap sisi2 kemanusiaan yang orang biasanya tidak memperhatikan, padahal sisi2 tersebut mengandung pelajaran bagaimana memaknai hidup. Bahan untuk membuat artikel2 semacam ini pasti melimpah ruah. Di manapun kita berada dan ke manapun kita melangkahkan kaki akan selalu menemui orang2 dengan berbagai macam tipe perangai, tingkah laku dan pengalaman hidupnya yang unik. Nah, dari pertemuan dengan sesama tersebut, coba digali dan diungkapkan pelajaran apa yang bisa kita share ke pembaca agar kita semua bisa lebih memaknai hidup ini. Singkatnya: mengamati kehidupan melalui pertemuan dengan sesama. Selamat menulis ya Sari, sukses selalu ..🙂

        Agustus 28, 2010 pukul 1:14 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s