Follow the Foot Print with Faith

Terbaru

…:: JESUS’S BORNDAY ::…


Seperti yang kita tahu, peringatan ulang tahunku setiap tahun diadakan perayaan untuk menghormatiku dan aku kira tahun ini juga.
Menjelang perayaan, banyak orang berbelanja hadiah, pengumuman di radio dan iklan TV. Dunia berkata bahwa perayaan semakin dekat dan semakin dekat lagi. Yang sangat membahagiakan adalah, paling tidak setahun sekali, beberapa orang mengingat aku. Dan kita semua tahu bahwa perayaan itu sudah dimulai bertahun-tahun lalu.
Awalnya orang-orang tampaknya mengerti dan bersyukur atas apa yang sudah aku lakukan bagi mereka. Tetapi kemudian tak seorangpun mengerti dasar diadakannya perayaan ini.
Sanak saudara dan handai taulan berkumpul. Pakaian, perhiasannya alangkah elok. Mereka bergembira tanpa memahami arti perayaan itu sendiri. Aku ingat tahun lalu, ada pesta besar demi menghormatiku. Meja sarat aneka rupa makanan lezat – dari kue, coklat sampai buah-buahan. Hiasan, pajangan semua mengagumkan. Bingkisan-bingkisan bertumpuk, dibungkus kertas warna warni. Sangat indah.
Namun, ingin tahukah Saudara? Aku tidak diundang.
Aku seharusnya menjadi tamu kehormatan tetapi mereka lupa mengirimiku undangan.Pesta itu untuk aku tapi ketika saat bahagia itu tiba, mereka meninggalkanku diluar, pintu ditutup didepan mataku…….. Aku ingin bersama mereka, duduk bersama di meja yang sama.
Sebenarnya ini tidaklah terlalu mengherankanku karena beberapa tahun belakangan orang-orang mulai menutup pintu bagiku. Karena aku tidak diundang maka aku memutuskan untuk diam-diam masuk dan duduk di pojok.Mereka minum-minum, ada yang mabuk, ngobrol sana sini sambil tertawa riang. Bahagianya mereka.
Untuk melengkapi kesukaan itu, datanglah seseorang besar gemuk, berpakaian merah dan berjenggot putih panjang. Ho..Ho..Ho!, serunya. Sepertinya ia mabuk. Ia duduk di sofa lalu semua anak menyerbunya sambil berteriak – Sinterklas…Sinterklas… seakan-akan perayaan itu untuk menyambut dan menghormatinya!
Tengah malam semua orang mulai saling berpelukan. Aku membentangkan tangan, menunggu ada yang memelukku. tahukan Saudara, tak seorangpun menghampiri dan memelukku. Lalu mereka bertukar hadiah. Mereka membukanya dengan suka cita, penuh harapan. Ketika semua sudah terbuka, aku mulai mencari-cari kalau-kalau ada satu untuk aku. Ternyata tak ada satupun. Apakah yang Saudara rasakan ketika semua orang bertukar hadiah lalu Saudara sendiri tidak mendapatkan?
Lalu aku sadar bahwa aku tidak dibutuhkan dalam pesta itu oleh karenanya aku disisihkan. Tahun demi tahun terjadi dan semakin menyedihkan. Orang-orang hanya ingat hadiah, baju baru, pesta, makan dan minum. Dan tak seorangpun ingat aku. Aku demikian ingin di hari Natal ini Saudara memperbolehkan aku masuk dalam hidup Saudara.
Aku ingin Saudara mengingat bahwa sudah 2011 tahun yang lalu aku datang di dunia untuk memberikan hidupku bagi Saudara, diatas kayu salib, untuk menyelamatkan Saudara.
Hari ini, aku semata-mata ingin Saudara percaya sepenuh hati.
Yang ingin aku sampaikan adalah: karena begitu banyak yang tidak mengundangku ke pesta maka aku akan membuat perayaan sendiri. Sebuah pesta bertabur kemegahan yang belum pernah terbayangkan oleh siapapun – perjamuan agung. Saat ini aku sedang menyiapkan segalanya.
Hari ini aku menyebar undangan dan ada satu undangan untuk Saudara. Betapa aku ingin tahu minat Saudara untuk datang. Bila “ya” maka aku akan menyiapkan tempat serta menuliskan nama Saudara dengan tinta emas di buku tamuku.
Hanya mereka yang namanya tercatat akan memperoleh tempat duduk layak. Mereka yang tidak membalas undangan akan ditinggalkan di luar.
Bersiaplah sebab bila semua persiapanku telah selesai, Saudara akan duduk dalam perjamuan agungku.
 
Aku mengasihimu…
Yesus

Tips Menghilangkan Error Windows – No Disk

  Tips Menghilangkan Error Windows – No Disk

Tips Menghilangkan Error Windows – No Disk

hal ini terjadi krn virus dan ‘jika USB FD/flashdisk dicolokin’ akan muncul Prompt (Windows – No Disk) di layar PC/laptop..spt pic diatas.

hal ini sepele tp mengganggu layar n pemandangan kita.

Caranya menghilangkannya/mengatasinya ikuti langkah2 dgn Pic2 dibawah ini:
1. Pilih USB FD agan, klik kanan n klik Properties:

2. klik ‘Hardware’ n pilih USB FD :

3. klik ‘Policies’ n klik Safely Remove Hardware

4 nanti akan muncul 2 pilihan ‘USB Mass Storage Device‘ klik 2x pd pilihan pertama:

5. yg kelima baca dulu ini:
nah ketika anda klik USB Mass Storage Device pd Pic 4 diatas, nanti akan muncul satu Device baru dimana driver Device tersebut sama sekali tidak ada pada driver anda dgn tulisan ‘Generic volume – (I)’(itu virus)! maksudnya gini; jika driver anda C,D,E,F,G…sedangkan Device baru yg muncul itu tidak ada di daftar driver anda misal driver I, atau huruf apalah itu..pokoknya tidak ada didaftar driver anda, nah itu silahkan di klik OK saja utk dihapus! maka akan muncul notifikasi/pemberitahuan dlm bahasa inggris pd kanan bawah layar anda (sy lupa kata2 dlm bhs inggrisnya ), tp pemberitahuan itu isinya dlm bhs Indonesia: ‘bahwa hardware/driver palsu tsb siap dicabut dari akarnya’
liat Pic:

klik OK

6. lalu klik ‘cancel’ 2x atau 3x pd Prompt/tanda dibawah ini, sampai prompt tsb hilang:

7. sesudah itu klik ‘close’ aja dan OK,OK,OK,OK pd bar-bar yg tersisa yg kamu buka sebelumnya spt pd pic-pic no.1,2,3,4,5 diatas

selesai

masalah Windows – No Disk telah hilang! tidak akan muncul2 lg jika kita colok USB. walopun sebenarnya virusnya ga ilang sepenuhnya sblum kamu scan total…tp setidaknya icon Prompt Win – No Disk gak muncul2 lg mengganggu layar anda!

note:
cara ini jg berlaku utk USB modem inetmu jika muncul win – no disk.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9297127

RENUNGKAN SEJENAK

Seorang anak mengeluh pada ayahnya, “Aku capek, sangat capek..ayah, Aku belajar mati matian sedang temanku dgn enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja!

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu!

Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung.

Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.

Aku capek ayah, aku capek menahan diri…Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah! ..” sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, ”Anakku, ayo ikut ayah”.

Mereka menyusuri jalan yg jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.

”Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah,” anaknya terus mengeluh.

Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yg sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yg cantik, dan pepohonan rindang.

“Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!”

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah”.

”Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi pdhl amat indah?”

”Itu krn org tdk mau mnyusuri jalan yg jelek, pdhal mreka tau ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.

”Anakku, butuh kesabaran dlm belajar, butuh kesabaran dlm bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan.”

Proud Of Me..Proud Of You

Love in your eyes
Sitting silent by my side
Going on Holding hand
Walking through the nights
Hold me up Hold me tight
Lift me up to touch the sky
Teaching me to love with heart
Helping me open my mind
I can fly…….
I’m proud that I can fly
To give the best of mine
Till the end of the time
Believe me I can fly
I’m proud that I can fly
To give the best of mine
The heaven in the sky
Stars in the sky
Wishing once upon a time
Give me love Make me smile
Till the end of life
Hold me up Hold me tight
Lift me up to touch the sky
Teaching me to love with heart
Helping me open my mind
I can fly
I’m proud that I can fly
To give the best of mine
Till the end of the time
Believe me I can fly
I’m proud that I can fly
To give the best of mine
The heaven in the sky
Can’t you believe that you light up my way
No matter how that ease my path
I’ll never lose my faith
See me fly
I’m proud to fly up high
Show you the best of mine
Till the end of the time
Believe me I can fly
I’m singing in the sky
Show you the best of mine
The heaven in the sky
Nothing can stop me
Spread my wings so wide

Happy For Me Today…It’s My Birthday

Dear God, I thank you for giving me another year of life. I thank you for all the people who have remembered me today, and who have sent me cards and letters, good wishes and presents.

I thank you for everything which I have been enabled by you to do and be in the past year. I thank you for all the experiences of the past year – for times of success which will always be happy memories; for times of failure which remind me of my own weakness and of my need of you; for times of joy when the sun was shining; for times of sorrow which drove me to you. Amen ‎​∙̇∙̇∙̣̣̣̣̣̇̇̇∙̣̣̣̣̣̇̇̇∙̇∙̇

Arti Seorang Wanita

Yang lebih tahu arti true love itu ya cewek …
Yang lebih tahu arti setia itu cewek ..
Dan ceweklah yang mengajari cowok buat mengerti banyak hal ..
Karena buat saya, wanita itu bukan di bawah pria ..
Tapi, justru yang menyelubungi pria …
Mungkin bukan dengan istilah bodoh
untuk menggambarkan si cowok
lebih tepatnya .. cowok itu sebenernya jauh lebih manja dari pada cewek ..
Kekuatan cowok adalah kasih sayang dari wanita yang dia sayangi ..
Kadangkala .. semakin sayang, kita malah jadi semakin egois terhadap orang yang kita sayangi …
Karena kita berpikir bahwa kita tidak akan kehilangan dia ..
Cenderung bersikap semena-mena ..
Sampai saat orang yang disayangi itu pergi ..
Barulah sadar sendiri…..

*ungkapan seorang sahabat lama akan kekagumannya terhadap sosok seorang wanita*

……HAPPY EASTER TO ALL OF YOU….

Hari ini umat Kristiani merayakan & memuliakan Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus….Di hari yang suci ini karya keselamatan Allah tergenapi. Tuhan Yesus Kristus telah dibangkitkan dari kematian memasuki kehidupan dan kemuliaan yang baru. Dialah cahaya yang menghidupkan semua harapan yang telah pudar sekalipun…membangkitkan jiwa yang telah mati dan memberikan keselamatan bagi mereka yang ada di jalan yang sesat.

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. ” 1 Pet 2:24

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” 1 Pet 1:18-19

“Darah Kristus yang mahal telah menebus setiap dosa dan kesalahan kita. Marilah kita dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan di hadapanNya.” Rom 12:1

Buat semua orang-orang terkasih dalam Kristus, semua orang-orang terdekat, keluarga, teman dan semua yang membaca blog ini….HAPPY EASTER TO ALL OF YOU…May God always bless us :)

 ”ALL THINGS BRIGHT and BEAUTIFUL”

All things bright and beautiful, all creatures great and small

All things wise and wonderful, the Lord God made them all

Each little flower that opens, each little bird that sings

He made their glowing colours, He made their tiny wings

The purple-headed mountain, the river running by

The sunset and the morning, that brightness up the sky…

He give us eyes to see them, and lips that we might tell

How Great is GOD ALMIGHTY..Who has made all things well

Lambang & Makna di Balik Perayaan TRI HARI SUCI PASKAH

Menjelang Tri Hari Suci Paskah (Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Vigili-Minggu Paskah Kebangkitan Tuhan), ada baiknya kita mengetahui berbagai lambang/simbol/tanda yang dipergunakan dalam perayaan-perayaan Tri Hari Suci untuk menyegarkan iman dan membantu kita untuk lebih menghayati makna Paskah yang sebenarnya.

Dalam perayaan Tri Hari Suci Paskah dipergunakan aneka lambang yang menggambarkan inti iman kristiani yaitu keselamatan manusia melalui karya penebusan Yesus di salib serta pembaharuan hidup manusia melalui kebangkitan mulia Tuhan Yesus Kristus, semua dilandasi hukum cinta kasih yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

                                                                                           KAMIS PUTIH

Kamis Putih dirayakan untuk memperingati Perjamuan Tuhan di malam terakhir sebelum sengsaraNya serta pendirian/institusi Sakramen Ekaristi, saat dimana Yesus mempersembahkan Tubuh dan Darah-Nya sendiri dalam rupa roti dan anggur yang diberikan-Nya kepada para murid-Nya serta pemberian perintah/hukum cinta kasih. Dalam perjamuan makan malam terakhir inilah salah satu murid Yesus yaitu Yudas Iskariot pengkhianatiNYA dengan menyerahkan Yesus ke para serdadu untuk diserahkan ke Pengadilan dan akhirnya di Salib.

Dalam perayaan Kamis Putih di Gereja saat ini ada berbagai macam prosesi yang mengandung arti yang perlu kita tahu:

  • Pembasuhan kaki (Mandatum), melambangkan cinta kasih dan pelayanan total Yesus Kristus kepada para muridNya. Ia yang adalah Allah rela merendahkan diri menjadi manusia dan demi cinta kasihNya yang total kepada manusia Ia berkenan menunjukkan ketotalan cinta dan pelayanan itu dengan merendahkan diri menjadi pembasuh kaki para muridNya, yang biasanya dilakukan oleh para budak.
  • Perarakan Sakramen Mahakudus, melambangkan perjalanan Yesus dari tempat perjamuan malam terakhir ke Taman Getsemani. Dalam perarakan di hari Kamis Putih, Sakramen Mahakudus diletakkan dalam sibori (bukan monstrans!), melambangkan Yesus dalam kesederhanaan, ketakutan dan kesedihan hendak berdoa kepada BapaNya. Perarakan Sakramen Mahakudus ini diiringi lagu Tantum Ergo dan diselingi penyembahan-penyembahan (berlutut) oleh umat yang ditandai bunyi (klothokan) kayu tanda kesedihan (bukan suara logam atau lonceng yang menandakan kemeriahan).
  • Perlucutan altar, Disini segala hiasan yang ada di altar akan dilucuti dan disingkirkan, meninggalkan altar yang polos tanpa hiasan apapun dan tabernakel yang terbuka. Ini melambangkan Gereja (kita semua) yang mulai masuk dalam suasana hati berduka dan dalam kesedihan mendalam. Perlucutan altar juga hendak mengungkapkan dan mengenangkan Yesus yang masuk dalam penderitaan dan kesengsaraan, segala kemuliaan yang ada padaNya diambil dan yang nampak ‘hanyalah’ Anak Manusia yang Sengsara.
  • Tuguran atau Tirakatan, ialah saat Sakramen Mahakudus telah diletakkan di altar persinggahan, dan umat bersembah sujud, berdoa, dan merenung di depan Sakramen Mahakudus. Ini melambangkan Yesus yang dalam ketakutan dan kegentaran berdoa kepada Bapa di Taman Getsemani. Di taman itu Yesus berpesan kepada para muridNya: “Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku” (Mat 26:38). Juga SabdaNya: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Mat 26:40b-41). Umat melaksanakan Tuguran / berjaga-jaga sambil berdoa baik secara pribadi maupun dalam kelompok, entah secara bersama atau bergantian.
                                                                                       JUMAT AGUNG

Jumat Agung adalah Perayaaan atau Ibadat Pengenangan Sengsara Tuhan; Di dalamnya Gereja merenungkan kesengsaraan Kristus, menghormati salib serta mendoakan keselamatan seluruh dunia. Dimana pada hari ini Yesus mengalami sengsaranya disiksa, diadili, dan sampai wafat di kayu salib tepat Pk 15:00. Oleh karena itu saat ini perayaan JUMAT AGUNG di Gereja-gereja  dilaksanakan pukul 2 siang dengan maksud agar tepat Pukul 3 sore nya pas dengan prosesi pembacaan SABDA ALLAH dalam perayaan ekaristi tersebut, dimana Yesus wafat di kayu salib.Lambang-lambang yang dipergunakan dakan Hari Jumat Agung adalah :

  • Altar yang kosong, tanpa hiasan, melambangkan kesedihan dan kedukaan Gereja, juga menggambarkan kekosongan hati karena “Sang Mempelai telah diambil”. Hal itu lebih dipertegas dalam gambaran tabernakel yang terbuka dan lampu Tuhan yang dipadamkan
  • Keheningan dalam keseluruhan Upacara : keheningan nampak dalam keseluruhan upacara Jumat Agung. Tidak ada Nyanyian pembuka dan penutup, bunyi lonceng atau alat-alat musik yang lain. Keheningan itu mau menggambarkan kesedihan yang dialami Gereja bersama Kristus yang menderita dan menyerahkan diri untuk kita.
  • Tiada Tanda Salib. Upacara Jumat Agung tidak diawali ataupun diakhiri dengan Berkat dambil membuat tanda salib, karena Salib Kristus itu telah nyata hadir dan di hadapkan kepada seluruh umat. Semua yang hadir sebenarnya telah menandai diri dengan Tanda Salib itu (dalam arti yang sebenarnya dan sedalam-dalamnya) dengan: kehadirannya dalam Upacara, dalam puasa, pantang dan mati raganya, serta dalam tindakan cintakasihnya kepada Kristus melalui ritus penghormatan terhadap salib Kristus.
  • Di awal upacara, imam menghormati altar dengan cara merebahkan diri di depannya, seluruh umat juga hendaknya menundukkan diri dengan khidmat. Hal ini melambangkan pernyataan kefanaan manusia: “Engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu” (Kej 3:19)
  • Pewartaan (proklamasi) Injil tentang Kisah Sengsara Tuhan dibawakan dengan cara sesuai dengan hakikatnya (liturgis), melambangkan Yesus sendiri yang bersabda.
  • Doa Umat Meriah dibawakan secara khusus. Setelah korban Yesus terlaksana di Salib, dan dalam kepercayaan mendalam bahwa Allah Bapa telah menerima kurban itu dan karenanya mengembalikan manusia pada diriNya, inilah saatnya Gereja mendoakan hal-hal terpenting untuk Gereja dan dunia. Ada 10 doa permohonan yang diucapkan oleh Gereja demi kesejahteraan Gereja, bagi pewartaan iman dan bagi mereka yang miskin, menderita dan berkekurangan.
  • Penghormatan Salib Suci merupakan puncak liturgi Jumat Agung. Perayaan dipimpin oleh Imam Selebran dengan tiga seruan: “Lihatlah kayu salib….” dan membuka sedikit demi sedikit selubung yang menutupi Salib Kristus. Pembukaan selubung Salib Kristus ini melambangkan beberapa hal yang sangat dalam :
  1. Menunjukkan Sang Penyelamat yaitu Yesus Kristus yang telah rela berkorban sampai mati bagi kita semua, dan semestinya bersyukur karena mempunyai Penyelamat yang demikian dahsyat.
  2. Membuka kembali selubung / penghalang antara manusia dan Allah, karena oleh korban Yesus itu segala dosa manusia telah ditebus dan pengampunan Allah melimpah atas kita. Dosa yang menjadikan kita terpisah dari Allah, oleh korban Yesus, Allah berkenan melimpahkan kerahimannya pada manusia dan kita boleh kembali memandang Wajah Allah dan memperoleh harapan kembali bahwa kelak kita bersatu denganNya dalam kebahagiaan kekal.
  3. Membuka selubung penderitaan dan kematian, ialah bahwa salib dan penderitaan manusiawi kita memiliki sisi penebusan jika dilalui dengan setia dan berpegang teguh pada kehendak Allah. Maut / Kematian bukanlah lagi akhir dari segalanya (lihat makna Malam Paskah). Kematian kini hanyalah sebagai jalan yang (justru) menghantar kita kembali kepada Allah.
  • Nyanyian Improperia. Selama penghormatan salib dilaksanakan oleh umat, dinyanyikan lagi “Improperia” berdasarkan teks Popule Meus, ialah suatu lagu Celaan bagi umat (kita semua) yang tidak tahu diri!! dimana kita menyalibkan sendiri Sang Mesias yang tidak memiliki salah apapun terhadap kita.

Hai umat apa salahku kepadaMu?
Kapan Aku menyusahkanmu?
Jawablah Aku.
     Kupukul para musuhmu, Kubuat tunduk padamu
     tetapi kini balasmu: kau pukuli kepalaKu
          Kujunjung kau tak terperi, Kuberi tongkat rajawi
          tetapi kini balasmu: mahkota duri yang ngeri
     Engkau lemah Aku kuatkan, engkau susah Aku hiburkan
     tetapi kini balasmu: kau sudah meninggalkan Aku
          Engkau salah Aku ampuni, kau jauh Aku hampiri
          tetapi kini balasmu: kau sudah mengingkariKu
     Kau mati Aku hidupkan, kau sakit Aku pulihkan
     tetapi kini balasmu: kau sudah menyalibkanKu

Sungguh suatu gubahan lagu yang mengharu biru, menusuk hati dan tiada taranya di keseluruhan liturgi Romawi. Dan memang lagu itu menggambarkan dengan baik dan benar tentang kejahatan, ketidakbenaran dan ketidaksetiaan kita semua, yang sering jatuh dalam dosa, yang menyebabkan Kristus harus menderita sedemikian keji dan ngeri.

  • Menghormati dan menyembah salib Kristus, kita mengungkapkan iman kita dalam tanda penebusan dan penyelamatan; sebagaimana Gereja berdoa dan mempersembahkan kepada Bapa surgawi Tubuh dan Darah PuteraNya seraya memohon anugerah Roh Kudus dalam iman dan pengharapan (doa epiklesis). Jadi penghormatan Salib mengungkapan iman, cinta dan pengharapan kita kepada Yesus Kristus; bukan sekedar kenangan bahwa Yesus sudah wafat di salib. Tindakan cinta dengan penuh iman dan pengharapan ini diungkapkan dengan cara mencium atau memberi kecupan pada salib Kristus, sebagaimana kecupan kasih sayang orang tua kepada anaknya atau kecupan cinta suami-istri.
  • Ritus Penutup: Imam menutup perayaan ini dengan mengulurkan kedua tangannya ke atas jemaat (= Berkat, tapi bukan dengan tanda salib besar, lihat keterangan di atas). Lalu dilanjutkan dengan perarakan keluar dalam keheningan, tanpa iringan lagu penutup atau membiarkan tetap dalam suasana “merenung dan berdoa”, berjaga-jaga lagi hingga malam paskah.

(terima kasih untuk ijin mengutipnya kepada Bapak Y.Agus Yudianto *http://programkatekese.blogspot.com *) :)

TRI HARI SUCI & 40 HARI MASA PRAPASKAH

Masa Prapaskah dimulai pada hari Rabu Abu dan merupakan masa persiapan khusus selama 40 hari untuk merayakan Paskah. Selama 40 hari tersebut kita umat kristiani menjalankan pantang & puasa (makan kenyang 1xsehari). Untuk penghitungan “40 hari” ini dimulai dari hari Rabu Abu, dengan mengecualikan hari-hari Minggu sepanjang Masa Prapaskah, dan berakhir pada hari Sabtu Suci / Malam PASKAH.

Empatpuluh hari Masa Prapaskah merupakan tradisi yang telah berlangsung lama dalam Gereja kita, teristimewa setelah disahkannya kekristenan pada tahun 313. Konsili Nicea (tahun 325), dalam hukum disiplinernya, mencatat bahwa dua sinode provinsial haruslah diselenggarakan setiap tahun, “satu sebelum Masa Prapaskah selama 40 hari.” St. Sirilus dari Alexandria (wafat 444) dalam serial “Surat-surat Festal” juga mencatat praktek dan lamanya Masa Prapaskah, dengan menekankan masa puasa selama 40 hari. Dan akhirnya, Paus St. Leo (wafat 461) menyampaikan khotbahnya bahwa umat beriman wajib “melaksanakan puasa mereka sesuai tradisi Apostolik selama 40 hari”. Orang dapat menyimpulkan bahwa pada akhir abad keempat, masa persiapan selama 40 hari menyambut Paskah yang disebut sebagai Masa Prapaskah telah ada, dan bahwa masa ini berakhir pada Hari Raya Paskah.
“Konstitusi tentang Liturgi Kudus” Konsili Vatikan II memaklumkan, “Dua ciri khas Masa Prapaskah – mengenang atau mempersiapkan pembaptisan, dan membina tobat – haruslah diberi penekanan yang lebih besar dalam liturgi dan dalam katekese liturgi. Masa Prapaskah merupakan sarana Gereja dalam mempersiapkan umat beriman untuk merayakan Paskah, sementara mereka mendengarkan Sabda Tuhan dengan lebih sering dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa” (no. 109). Selanjutnya Konsili menekankan, “Namun puasa Paska hendaknya dipandang keramat, dan dilaksanakan di mana-mana pada hari Jumat Sengsara dan Wafat Tuhan, dan bila dipandang berfaedah, diteruskan sampai Sabtu Suci, supaya dengan demikian hati kita terangkat dan terbuka untuk menyambut kegembiraan hari Kebangkitan Tuhan” (no. 110). Instruksi ini tampaknya menyatakan bahwa Masa Prapaskah, masa persiapan dalam doa, puasa dan matiraga terus berlanjut hingga Misa Paskah pertama, yaitu Misa Malam Paskah.
Namun demikian, dengan pembaharuan liturgi yang diprakarsai oleh Konsili Vatikan II, perayaan Trihari Suci (= Triduum) – Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah – juga dipertimbangkan kembali. Patut diingat bahwa Paus Pius XII sesungguhnya memulai praktek ini dan pada tahun 1951 mengembalikan Malam Paskah ke tempatnya yang lebih sesuai. Masing-masing liturgi Kamis Putih, Jumat Agung dan Malam Paskah tidak dipandang sekedar sebagai perayaan dari peristiwa-peristiwa yang terpisah, melainkan ketiganya sungguh dipandang sebagai satu misteri keselamatan. Oleh sebab itu, Misa Perjamuan Malam Terakhir Tuhan pada hari Kamis Putih tidak diakhiri dengan berkat penutup; melainkan berkat diberikan di akhir Misa Malam Paskah. Dalam ensikliknya yang indah, “Ecclesia de Eucharistia” Paus Yohanes Paulus II yang terkasih menulis, “Pencurahan Roh Kudus telah melahirkan Gereja, dan mengutusnya ke seluruh dunia. Tetapi saat yang menentukan bagi pencitraannya pastilah pendasaran Ekaristi di Ruang Perjamuan. Dasar dan sumber mata airnya adalah seluruh Trihari Suci Paskah. Dan semuanya ini seolah diramu, dipancarkan dan dipadatkan buat selamanya dalam karunia Ekaristi. Dalam karunia ini, Yesus Kristus dipercayakan kepada Gereja-Nya, sebagai penghadiran abadi Misteri Paskah. Dengan itu, Ia membentuk misteri `kesatuan waktu’ antara Trihari Suci dan perlangsungan segala abad” (no. 5). Sebab itu, orang dapat beragumentasi bahwa Masa Prapaskah berakhir dengan perayaan Misa Perjamuan Malam Terakhir Tuhan pada hari Kamis Putih, yaitu awal dari Trihari Suci; namun demikian orang juga akan mendapati Masa Prapaskah yang kurang dari 40 hari, yang tidak sesuai dengan tradisi yang telah lama berlangsung.
Jadi, bagaimana? Mungkin, di sini tradisi mendapatkan penekanan yang lebih. Seperti dinyatakan di atas, Konsili Vatikan Kedua mengingatkan kita untuk mempertahankan puasa Paskah sepanjang Masa Prapaskah hingga Malam Paskah, yaitu Misa Paskah pertama. Namun demikian, kita juga patut merayakan Triduum sungguh sebagai satu peristiwa penyelamatan yang memungkinkan kita untuk hidup dalam realitas abadi dari perjamuan malam terakhir, sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan. Trihari Suci bahkan merupakan masa persiapan yang terlebih intensif dalam menyambut Paskah dan menghantar Masa Prapaskah pada puncaknya.
(sumber :http://yesaya.indocell.net)

20 MARET 2011 2:11 AM @ my room

Apakah maaf itu keluar dengan tulus dan sungguh-sungguh saat itu terucap ?

Apakah masih berarti kata maaf itu kalo pada akhirnya balas dendam juga ?

Apa hak kalian Menghakimi aku ?? Apa hak kalian menjelaskan dengan detil setiap CACATku ?

Lihat Tuhanku…Dia masih mau menerimaku, Dia mau menggandengku yang KOTOR ini !!

Apakah sudah tidak ada artinya saat air mata ini keluar sampai kering dan berdarah malam ini ?

Kemana hati itu…??? Sakiiit yang ditinggalkan benar-benar membuat GILA !!!!

Mengapa sedikitpun hati ini tidak dihargai malam ini…walaupun sampai aku memohon beratus kali ??

Pikiran ini tidak bisa aku kendalikan…semuanya terbayangkan dan tergambar jelas apa yang disana terjadi !!

Aku GILA dengan pikiran-pikiranku sendiri…aku LETIH dengan semuanya ini

Tuhan memberikanku sebuah petunjuk malam ini lewat doaku…

Tapi sebuah petunjuk yang menyakitkan, dan aku tidak sanggup menopangnya

Dan saat aku membuktikannya….ternyata memang benar…dan aku kembali JATUH kali ini

Dan pikiran BODOH ini selalu aku dengar dibisikkan di telingaku…

Tindakan bodoh….dan pikiran pendek…

Apakah memang itu yang harus aku lakukan??? Mengakhiri semuanya malam ini…

Dan besuk tidak ada lagi aku …????

Akal sehatku hilang malam ini…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.